Phone: 087797930809

Mail: letsgotobelitung@gmail.com

Rumah Makan dan Wisata Kuliner di Belitung

Image

Pesona dan keindahan pulau belitung tak diragukan lagi. Pantai-pantainya menawan, panorama bawah lautnya juga sangat menakjubkan. Sejarah dan budayanya menarik. Kuliner tradisionalnya sangat beragam, citarasa lokalnya sedap tak terbantahkan. Orang-orangnya juga ramah, menyenangkan disuruh bicara. Suasana kotanya tenang, setenang lokasi-lokasi desa dan kota kecil pada umumnya. Berada di Tanjung Pandan, bagaikan rasanya sedang kembali kampung. Mungkin rasa inilah yang membuat kebanyakan orang senang untuk berlama-lama disini.

Cerita mengenai wisata Belitung kali ini seputar lokasi kuliner yang sering dikunjungi wisatawan. dengan informasi yang cukup menjadi pertimbangan untuk teman-teman yang berencana liburan ke Belitung.

Masakan Gangan dan Mie Belitung adalah kuliner khas masakan sangat populer di Belitung. Kuliner ini dapat ditemui di tidak sedikit tempat yang menyediakannya. Adapun makanan lainnya contohnya Pempek Belitung dan ragam seafood. Minuman Es Jeruk Kunci Belitung amat segar untuk mengairi tenggorokan ketika jalan-jalan di Belitung. Jangan anda tidak mampir ke warung kopi, nikmati Kopi O ala negeri seribu warung kopi dalam keadaan hangat khas masyarakat Melayu.



Mie Belitung Atep
Jl. Sriwijaya No. 27 Tanjung Pandan Belitung Telp: 0719-21464

Kebanyakan wisatawan ke Belitung, tidak jarang sekali berangkat dari Jakarta dengan penerbangan pagi. Sesampainya di Bandara H.A.S Hanandjoeddin, seringkali langsung disuruh meluncur ke pusat Kota Tanjung Pandan untuk mencicipi Mie Belitung. Menu ini memang sesuai untuk sarapan, jadi bekal sebelum mengawali perjalanan wisata keliling Belitung.

Mie Belitung tercipta dari mie kuning yang diguyur dengan kuah kaldu udang. Dalam mie ada gabungan udang, potongan tahu, tauge, emping, dan timun. Kuahnya agak kental dan terasa manis. Minumannya Es Jeruk Kunci. Minuman khas Belitung. Rasanya enak, dingin dan menyegarkan.


RM. Timpo Duluk (Belitung Food)
Jalan Lettu Mad Daud No. 22, Kampung Parit, Tanjung Pandan, Belitung Telp: 0719-9223242 Buka mulai pukul 11.00 WIB - 22.00 WIB


Rumah santap ini menduduki Rumah Tradisional Melayu Belitong. Bangunannya adalah warisan kebiasaan yang dibentengi oleh pemerintah Kab. Belitung. Resep yang disajikan sudah semenjak 1918. Yang menarik, tampilan ruang makannya. Dihiasi tidak sedikit pernak-pernik menarik dan jadul. Mulai dari perangkat perikanan, perangkat pertanian sampai perabotan dapur. Ada tampa, topi caping, perangkat penangkap ikan, bakul nasi, sendok batok kelapa, dayung, golok, cetakan kue, terompah, bubu, ambung, hingga sepeda ontel jaman belanda juga dipajang.

Makanan dihidangkan dalam satu nampan besar yang dinamakan dulang dan dengan penutup tudung saji. Menunya berupa Gangan Ikan, terdapat pula Gangan Sapi. Menu lainnya ialah ikan bebulus, oseng-oseng, sate ikan, ayam ketumbar, sambal sere (serai) dan lalapan (daun singkong+timun). Saya sangat suka ikan bebulusnya. Gurih dan garing. Sambal serainya mantap.




Restoran Pulau Kepayang (Belitung Food)



Sajian wisata bahari berupa kegiatan jelajah pulau menjadi jualan utama Belitung. Ada sejumlah pulau yang dapat dikunjungi laksana Pulau Batu Garuda, Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang. Pulau-pulau tersebut dapat dijelajahi dalam sehari sebab saling berdekatan. Wisatawan seringkali berangkat dari Pantai Tanjung Kelayang. Nah, ketika sedang melakukan kegiatan jelajah pulau, seringkali wisatawan singgah ke Pulau Kepayang untuk santap siang.

Meski tidak dihuni oleh penduduk, Pulau Kepayang mempunyai dua rumah santap dan penginapan. Dua lokasi tinggal makannya tidak berdekatan. Berjarak selama 2 kilometer, setiap dekat dengan lokasi pantai. Di sinilah semua pelancong bersantai sambil merasakan makanan khas Belitung. Disinipun Tersedia kamar mandi dan toilet yang banyak. Sengaja disediakan supaya pengunjung yang datang dalam suasana basah (usai snorkeling) dapat ganti baju kering ketika makan. Tersedia pula mushola.

Di akhir pekan seringkali kedua rumah santap selalu sarat pengunjung. Sedangkan di hari biasa, tetap hanya satu rumah santap yang buka. Menu yang terdapat sama laksana rumah santap pada lazimnya yang terdapat di daratan utama Belitung. Ada menu Gangan dan ragam masakan seafood. Minumannya air kelapa muda utuh dari pohon kelapa yang tidak sedikit tumbuh di pulau ini.



Kong Djie Coffee
Terletak di percabangan Siburik, Jalan Gegedek, Belitung Barat.

Warung Kopi Kong Djie telah berdiri semenjak sebelum Indonesia merdeka. Tepatnya 1943. Pemiliknya kala itu mempunyai nama Ho Kong Djie, pria berdarah Tionghoa yang adalahperantau asal Pulau Bangka. Saya kemari bareng Pak Toto, Mas Yopie, dan supir. Warungnya tampak sederhana. Bisa ditembus dari 2 pintu pada sisi yang berbeda. Tempatnya paling dekat dengan jalan raya. Tak terdapat jarak. Tak terdapat ruang guna parkir mobil. Hanya dapat untuk motor, tersebut pun terbatas.

Ada 3 petak ruangan. Salah satu petak campur dengan dapur. Suasana dapurnya terlihat semenjak kesatu kali masuk. Teko-teko besar model jadul laksana sengaja diletakan depan jendela. Dari lubang ceretnya terbit asap, berasal dari air panas mendidih yang terdapat di dalamnya. Para lelaki duduk di bangku panjang, menghadap lemari kaca mengandung makanan.

Kalau tak tahan asap rokok, tidak boleh masuk ke warung ini. Pria-pria mengobrol, asap cerutu mengepul. Sementara kopi pahit Kong Djie, bahagia berada dalam gelas salah satu para peminum kopi. Tanpa sofa, tanpa AC, tanpa balutan interior berkelas. Tapi di sinilah orisinilitas suatu warung kopi. Meski berkeringat, tetap menyeruput kopi. Dan orang-orang tetap datang silih berganti.




Kong Djie Coffee – Pantai Tanjung Pendam
Kedai Kopi Kong Djie terus berkembang, sekarang sudah terdapat 6 cabang yang telah berdiri. Bak starbuck-nya Belitung. Salah satunya di area Pantai Tanjung Pendam. Tempatnya cukup buat lokasi nongkrong sore-sore atau malam hari. Pagi atau siang pun oke, ngopi seraya nikmati makanan enteng seperti pisgor tabur coklat keju. Suasana ala kafe cukup nyaman bikin bersantai. Setidaknya tidak sempit dan sarat asap cerutu seperti kedai di percabangan Siburik.



Warung Kopi Ake
Kawasan Kafe Senang Tanjung Pandan.

Konon katanya ini ialah warung kopi tertua di Tanjung Pandan. Berdasarkan keterangan dari pemiliknya, Ake, Warung Kopi Ake didirikan oleh kakeknya mempunyai nama Abok pada tahun 1922. Pak Ake ialah generasi ketiga yang meneruskan usaha warkop ini dari ayahnya, Akiong. Hampir semua perlengkapan untuk meracik kopi masih memakai peralatan asli, laksana ketel, lokasi air, maupun alas meja yang memakai plat besi bertuliskan iklan bir. Demikian pun meja dan kursi pengunjung, semuanya masih asli. Warung yang ada ketika ini telah berupa ruko bertingkat dua. Dulunya melulu warung kecil pinggir jalan. Setelah direnovasi, kesudahannya berubah laksana sekarang.

Saya baru tiga kali ke warung ini. Pertama bersama Mbak Samsiah (Sept 2015), kedua bersama Hari dkk (Mei 2016), ketiga bersama Mas Yopie (Juli 2016). Seperti biasa, sebab saya bukan peminum kopi, dan memang mesti hindari kopi demi lambung, saya hanya temani orang minum kopi seraya menyeruput teh bunga. Yang menyeduh kopi pesanan mas Yopie ialah Koh Willy, keturunan ke-empat warung kopi Ake.


Dari pagi hingga malam, warung ini tak pernah sepi. Pengunjungnya silih berganti. Sepertinya memang tak terdapat hari yang tak dimulai dan diselesaikan dengan segelas kopi. Begitulah karakteristik masyarakat Belitung, khususnya kaum pria.

Bangku dan meja masih asli laksana kesatu warung berdiri tahun 1912


Pulang Leebong

Bicara mengenai kuliner, pasti jadi urusan penting saat kita berangjangsana ke sebuah pulau yang menawarkan empiris berlibur yang menyenangkan. Jangan khawatir, Pulau Leebong mempunyai restoran yang menyajikan menu berkelas. Dari makanan Belitung, Nusantara, sampai Chinesefood, semua dapat disediakan. Mau menu lain? Bisa. Tinggal pesan saja sebelum kedatangan. Nanti disiapkan.

Berlibur tanpa menginap atau dengan menginap tetap dapat nikmati kuliner yang dimasak dengan cakap oleh koki kawakan restoran Pulau Leebong. Makanan enak, dicicipi di lokasi yang sekelilingnya diisi suguhan alam yang menawan, enaknya santap jadi berlipat-lipat. Mau tahu menunya? Lihat foto-foto berikut.


RM. Sari (Belitung Food)
Jl. Irian, Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjung Pandan. HP: 081929729096

Baiklah, ayo kita perjelas mengenai Gangan. Gangan adalahmasakan berbahan dasar ikan laut yang kaya bakal kunyit dan lengkuas (bahan lengkapnya lihat potret di bawah). Bumbu itu digoreng terlebih dahulu sebelum dibaur air. Tujuannya supaya rasa kunyit dan lengkuas tidak dominan. Terakhir baru masukkan cabai agar rasa pedasnya keluar. Begitulah rahasia memasak gangan yang sekitar ini saya santap di Belitung.

Nah, menurut keterangan dari Pak Toto Leebong, resep Gangan Belitung sekarang terbagi 3 macam yakni resep asli, resep modifikasi, dan resep ala oriental. Pak Toto menyarankan, bila hendak menyantap Gangan dengan resep asli, maka datanglah ke RM. Sari.

Tempat santap RM. Sari menduduki bagian teras rumah. Meski tidak terlampau luas tapi lokasi duduknya lumayan banyak. Pengunjung yang datang ramai. Dari pakaiannya banyak sekali seperti pegawai kantoran. Dapur tempat mengubah makanan terbuka, dekat lokasi makan. Saya dapat lihat ibu-ibu bekerja mengulek bumbu, menciptakan sambal, menggoreng ikan, bahkan memasak Gangan.

Kita dapat memesan gangan ikan unsur kepala, ekor, atau badan. Mau pedas atau tidak dapat disesuaikan dengan selera. Seperti biasa, sajian gangan dilengkapi dengan sambal dan lalap. Jika hendak menu lain, dapat pesan ikan goreng. Saat tersebut kami pesan dua macam, gulai dan goreng. Sedaaap!